Training Fatique Awareness SHE Jhonlin Group

Kondisi tubuh lelah, baik secara fisik maupun mental mengakibatkan kualitas kerja menurun, kinerja kerja menjadi lambat, susah menyelesaikan masalah dan mengalami kesulitan untuk fokus. Hal ini sering terjadi disekitar kita dan karyawan perlu diberi pengetahuan konsep dasar fatique melalui Training Fatique Awareness.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, Training Fatique, PT. Dua Samudera Perkasa, h isam Bertempat di ruang meeting Jhonlin Group, melalui Training Development and System SHE Jhonlin Group dilaksanakan Training Fatique Awareness yang diikuti Foreman maupun Officer dari perwakilan masing-masing unit usaha yang tergabung dalam Jhonlin Group, Sabtu 12 April 2014. Menurut Aliyansyah “Kelelahan kerja merupakan suatu faktor risiko yang kalau tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk pada performa kerja maupun keselamatan saat bekerja. Selain itu risiko ini dapat disebabkan oleh aktivitas kerja yang bersifat monoton dengan beban kerja yang rendah untuk durasi kerja yang relatif lama,” ditambahkannya “Selain dilaksanakan di Jhonlin Group, pelatihan ini juga dilaksanakan dibeberapa unit usaha seperti PT. Dua Samudera Perkasa, PT. Jhonlin Baratama site Sungai Dua dan Site Sungai Danau maupun Kintap di bulan April 2014. Kegiatan berlangsung selama sehari, para peserta akan diberi materi seputar Definisi fatique, Faktor penyebab fatique, Penyebab kelelahan secara medis, Gejala-gejala fatique, Management fatique, Bagaimana mengelola fatique. ”.

Jhonlin Group, Kalimantan Selatan, Batulicin, Training Fatique, PT. Dua Samudera Perkasa, h isam Menurut Group Health, Dr. Anwarusy Syamsi “Kelelahan dapat disebabkan oleh aktivitas fisik maupun mental yang berlangsung cukup lama tanpa disertai waktu dan kualitas isthrahat yang memadai. Beberapa bentuk kelelahan yang dapat kita lihat misalkan mata tidak berhenti berkedip dan agak berair serta kepala tetekuk dan mulut tidak dapat berhenti menguap. Kondisi seperti ini yang memerlukan keterlibatan semua pengawas baik di PIT maupun Hauling serta pengawas lainnya. Tujuannya agar dapat mengurangi resiko kecelakaan yang disebabkan oleh fatique yang berdampak pada kegiatan operasional atau proses produksi. Kami harapkan melalui pelatihan ini, Foreman maupun Officer dapat memiliki knowledge tentang konsep dasar fatique serta memilki skill untuk melakukan pengukuran fatique dan beban kerja”.

Disela-sela pelatihan, Dr. Anwaryusy Syamsi juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan dan pola hidup karena sangat mempengaruhi kondisi tubuh dan kualitas kerja.