Satuan Pengendali Internal Jhonlin Group, Paradigma Baru Internal Audit

Internal Audit Jhonlin Group merubah paradigma internal auditor yang ditandai dengan perubahan orientasi dan profesi, yang sebelumnya berfungsi seperti Watch Dog- pencari kesalahan berganti menjadi konsultan dan katalis. Menjadikan profesi Internal Auditor lebih bersahabat dan cermat.

Jhonlin Group, Internal Audit, Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu, Batulicin, h isam Usman Aji Purnomo selaku Komisaris Pengawas Bidang Keuangan Jhonlin Group membentuk SPI (Satuan Pengendali Internal Jhonlin Group) sejak bulan November 2013. Menurut beliau SPI dibagi dalam beberapa bidang kerja, melihat visi dari Internal Audit, yakni menjadikan Satuan Pengawas Internal memiliki dedikasi dan profesionalisme tinggi, dan dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan menuju terciptanya tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance- GCG). Internal Audit bertujuan mencegah dan mendeteksi Kesalahan (fals), penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual). Melindungi perusahaan terhadap penyelewengan finansial dan hukum, serta mengidentifikasi dan menangani resiko dengan tujuan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya perusahaan secara ekonomis, efektif dan efisien (3E), dalam upaya mencapai sasaran-sasaran perusahaan.

Beliau juga menjelaskan mengenai gagasan mengubah paradigma Internal Auditor yang selama ini lebih berfungsi sebagai Watch Dog (mencari kesalahan) menjadi lebih dinamis sebagai konsultan dan katalis. Hal ini juga ditekankan oleh Asep Dadang, team Internal Auditor Jhonlin Group, “Perbedaan pokok dari peran Internal Auditor sebagai Watch Dog, Consultant dan Catalist terdapat pada Proses, Fokus dan Impact”. Menurut Sofwan Irwan dalam bahan Pelatihan Internal Audit Tingkat Manajerial, Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA), perbedaan pokok ini dapat dikategorikan dalam table, sebagai berikut:

Jhonlin Group, Internal Audit, Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu, Batulicin, h isam Ditambahkan oleh Asep Dadang, “Team Internal Auditor tidak dapat lagi berperan sebagai Watch Dog, namun harus dapat berperan sebagai konsultan atau mitra bisnis bagi manajemen. Perbedaan antara paradigma lama dengan paradigma baru terlihat dari perubahan orientasi dan peran profesi internal auditor juga dari pola pendekatan dalam menangani permasalahan”, digambarkan juga oleh Sofwan Irwan dalam table sebagai berikut;

Jhonlin Group, Internal Audit, Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu, Batulicin, h isam Diharapkan dengan redefenisi dari internal auditing ini, dapat membantu proses dalam pencapaian tujuan perusahaan dengan cara pendekatan yang lebih terarah dan sistematis untuk menilai dan mengevaluasi efektifitas manajemen resiko (risk management), melalui pengendalian (control) dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).